Sekilas IPv6

Saat ini untuk request IP
address dilakukan melalui lembaga yang telah ditunjuk oleh IANA (Internet
Assigned Numbers Authority) yang ditentukan berdasarkan wilayah. IP address
merupakan komponen vital pada Internet. Setiap komputer yang terhubung ke
Internet setidaknya harus memiliki sebuah IP address pada setiap interfacenya
dan IP address sendiri harus unik karena tidak boleh ada
komputer/server/perangkat network lainnya yang menggunakan IP address yang sama
di Internet.

 

IP address adalah sederetan bilangan
binary sepanjang 32 bit, yang dipakai untuk mengidentifikasi host pada
jaringan. Paket yang membawa data, dimuati IP address dari komputer pengirim
data, dan IP address dari komputer yang dituju, kemudian data tersebut dikirim
ke jaringan. Paket ini kemudian dikirim dari router ke router dengan berpedoman
pada IP address tersebut, menuju ke komputer yang dituju. Seluruh host/komputer
yang tersambung ke Internet, dibedakan hanya berdasarkan IP address ini, jadi
jelaslah bahwa tidak boleh terjadi duplikasi. Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas,
tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A (bagian host sepanjang 24
bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B (bagian host
sepanjang 16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254
host ). Konsep kelas ini memiliki keuntungan yaitu pengelolaan rute informasi
tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian
jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router,
menjadi kecil.

 

Pemberian alamat dalam internet
mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit
(bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8
bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan
pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal. Dari 32 bit ini
berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat
32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid
dan hostid. Netid sendiri menyatakan alamat jaringan sedangkan hostid
menyatakan alamat lokal (host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya
angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan
255.255.255.255 digunakan untuk broadcast). Dalam penerapannya, alamat internet
ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E).

 

Alasan klasifikasi ini antara
lain :

· Memudahkan
sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.

· Memanfaatkan
jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang terlewat).

· Memudahkan
pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan tersebut
termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.

· <span lang=”IN” style=”fon

Leave a Reply